Wednesday, March 15, 2017

Pengalaman Transfer Kuliah di Universitas Widya Gama Malang

Halo semuanya.
kali ini aku akan share pengalamanku transfer kuliah di salah satu kampus swasta di Malang.
Awal bulan Maret yang lalu aku berniat melanjutkan kuliah di kampus ini, karena aku beberapa bulan yang lalu pulang ke kota asal. Setelah 2 tahun bekerja dan kuliah di Jakarta.
Ternyata transfer kuliah di kampus widya gama gak segampang yang aku pikirkan, karena awalnya panitia UWG berkata kalo bisa transfer dan hanya dengan daftar online, bayar pendaftaran + uang semester + perlengkapan maba lainnya. Aku pun langsung transfer uang untuk biaya tersebut. Setelah selesai mengurusi itu semua, aku disuruh konversi mata kuliah face-toface dengan Kaprodi jurusan yang aku ambil. Dari sini proses konversi dipersulit dengan ibu dosen kaprodi ini, padahal persyaratan yang aku bawa sudah lengkap. Ibu dosen yang cantik ini tidak percaya dengan transkrip nilai yang saya dapat dari kampus asal saya di Jakarta (Universitas Mercu Buana). Aku dan kakakku bolak-balik kampus widya gama sampai 4x untuk mengurusi konversi matkul. Pertama ibu dosennya minta nilai matkul saya muncul di Dikti. Memang di dikti itu tidak muncul nilai, tapi muncul SKS apa saja yang pernah saya ambil di kampus asal saya. Sampai aku hubungi kampus mercu minta tampilan nilai matkul aku yg ada di dikti. Kata petugas kampus mercu, nilai yang dikti itu ya sama aja yg ada ditranskrip nilai. Kalo munculin nilai matkul (A, A+, B) di dikti itu sifatnya rahasia.
Aku heran kenapa kaprodi manajemen UWG ini kekeuh minta yg ada di web dikti, lah aku harus gimana dong gak bisa munculin nilai itu. Emangnya aku kerja di Dikti? sedih. Aku penasaran dong Widya Gama ini kampusnya emang update banget gak di dikti? kok dosennya sebegitunya. Setelah aku telusuri, ternyata kampus UWG malah enggak update di Dikti. WAW! kampus kok jual mahal begini. Akhirnya aku menyerah karena telah dipersulit kampus gak jelas ini, aku batalin kuliah di kampus ini. Aku minta uangku dikembaliin 100% karena aku belum mendapatkan apa-apa dan uangku juga enggak langsung dikembaliin. Pas kakak dan ayah menjelaskan masalah uang ini, disuruh nunggu lama banget di kampus yg katanya masih dirapatin. Setelah di PHP kampus gak jelas ini, kakak dan ayah saya pulang. Besoknya aku telpon bagian kampusnya dan orangnya jg bilang kalo masih menunggu acc dulu dari atasannya. HUH ribet! setelah hampir 2 minggu uangku dikembaliin, tapi enggak 100%. Dipotong 250rb untuk biasa pendaftaran katanya. Padahal itu aku daftarnya online, cuma ngeprint bukti pendaftaran aja di kampusnya. Ngeprint doang mahal ya 250rb :)

Dan sampai saat ini saya belum melanjutkan kuliah, masih survey kampus yang bener-bener OK buat transfer kuliah. Saking sebelnya masalah transfer kuliah di kampus UWG, sampai aku posting di blog. Biar nanti kalo ada yang mau transfer kuliah disitu tidak mengalami kejadian seperti aku.

2 comments:

  1. lanjut di Binus aja ris, gabisa transfer sih emang tapi super fleksibel.

    ReplyDelete
  2. Aneh ya ris kok bisa gak percaya sama transkip nilaimu sampe minta data dari dikti. Waduh waduh

    ReplyDelete

thanks for visiting my blog :)
i like read your comment
follow me, and i'll follow back you.